Guru BK Miliki Peranan Penting  

Health HumanioraEDU
Screanshot acara
Screanshot acara

Siarpedia.com, Bantul – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), menyelenggarakan Stadium General bagi mahasiswa baru yang menghadirkan 3 narasumber yang berkompeten dibidangnya. Kegiatan ini diselenggarakan secara online melalui platform Zoom. Meskipun demikian, para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara yang dihadiri 200 peserta via daring ini.

 

Kaprodi BK UMBY Luky Kurniawan MPd menyatakan kegiatan ini di laksanakan dalam rangka menyiapkan para mahasiswa dan juga menguatkan para konselor di sekolah untuk memiliki knowledge, competence dan personality attributes. “Ketiga hal tersebut penting dimiliki para mahasiswa Prodi BK sebagai calon konselor, dan para Guru BK di sekolah untuk menjadi seorang konselor yang profesional,” ujarnya.

 

Sedangkan Dr Suwarjo MSi sebagai narasumber menyampaikan para konselor perlu memiliki identitas diri yang jelas dan menunjukkan keaslian diri apa-adanya. “Menjadi konselor sebagai profesi helper, perlu untuk menyejahterakan diri terlebih dahulu sebelum menyejahterakan orang lain. Hal ini terkait agar konselor tidak mengorbankan privasi diri dan tidak mudah mengalami kejenuhan dalam melaksanakan pekerjaannya,” ucapnya.

 

“Pada konseling, konselor harus menghindari ekspektasi berlebihan. Sebaliknya konselor harus memiliki kemampuan meyakinkan peserta didik jika dia memiliki potensi,”

 

Dr Muslihati SAg MPd menyampaikan pentingnya para Guru BK untuk menerapkan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam membantu peserta didik. “Pada konseling, konselor harus menghindari ekspektasi berlebihan. Sebaliknya konselor harus memiliki kemampuan meyakinkan peserta didik jika dia memiliki potensi,” ucapnya sebagaimana disampaikan Kepala Humas UMBY Widarta SE MM, Jumat, 16 Oktober 2020.

 

Sementara Natri Sutanti MA menjabarkan tentang pentingnya para konselor untuk terus melakukan evaluasi dan supervisi dalam pelaksanaan layanannya. Hal ini penting agar konselor tidak berpuas diri dan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya pada para peserta didik agar semakin baik. “Konselor juga perlu memiliki indikator keberhasilan layanan untuk melihat seberapa baik layanan konseling yang telah diberikan,” ucapnya.  (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *