UMBY Gelar Pelatihan Psychological First Aid

HumanioraEDU NewsLINE

 

Berfoto bersama usai acara
Berfoto bersama usai acara

Siarpedia.com, Bantul – Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pendampingan secara psikologis untuk warga lanjut usia atau Lansia Pakuncen Yogyakarta. Acara dikemas dalam bentuk kegiatan Pelatihan Psychological First Aid, Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Subjektif dan Resiliensi Kader Lansia di masa Pandemi Covid-19.

 

“Pelatihan psychological first aid yang digagas oleh Fakultas Psikologi UMBY ini ditujukan untuk Kader Lansia Pakuncen Yogyakarta dengan dihadiri oleh Kepala Kampung Kuncen, Ketua RW 04, dan Kader maupun pemerhati Lansia Pakuncen Yogyakarta pada Senin, 14 September 2020,”

 

“Pelatihan psychological first aid yang digagas oleh Fakultas Psikologi UMBY ini ditujukan untuk Kader Lansia Pakuncen Yogyakarta dengan dihadiri oleh Kepala Kampung Kuncen, Ketua RW 04, dan Kader maupun pemerhati Lansia Pakuncen Yogyakarta pada Senin, 14 September 2020,” ungkap Kepala Humas UMBY Widarta SE MM, Rabu, 16 September 2020.

 

Dijelaskan, pelatihan ini merupakan dari program Penelitian dan Pengabdian oleh Rektor UMBY Dr Alimatus Sahrah MSi MM bersama dengan Domnina Rani P Rengganis SPsi MSi CPHR, Dosen Psikologi UMBY. Pelatihan ini menghadirkan pembicara Erydani Anggawijayanto MPsi Psikolog, Dosen Fakultas Psikologi UMBY dan Psikolog Klinis Biro Psikologi UMBY.

 

Alimatus Sahrah menuturkan bahwa pihaknya melakukan pendampingan secara psikologis untuk kader lansia, salah satunya dengan diadakannya pelatihan Psychological First Aid (PFA) ini. “Pelatihan ini akan memberikan ilmu dan pengetahuan tentang Psychological First Aid (PFA), pertolongan pertama pada masalah psikologis dan bagaimana cara memperkuat imun kita di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

 

Domnina Rani P. Rengganis atau akrab disapa Rani Rengganis menambahkan bahwa pada awal pelatihan, peserta diminta untuk mengisi google form untuk mengetahui bagaimana kondisi para peserta. “Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat untuk peserta yaitu bapak/ibu lansia maupun kader-kader lansia dan dapat disebarluaskan ke lansia dan masyarakat luas,” harapnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *