Pembelajarang daring, ilustrasi
Pembelajaran daring, ilustrasi

Siarpedia.com, Bantul – Pada bulan Maret 2020, masyarakat dikejutkan dengan kondisi yang berbeda dari biasanya, yang akhirnya membuat semua melaksanakan segala sesuatu dari rumah, yaitu belajar dari rumah maupun bekerja dari rumah (KDR). Kondisi ini diakibatkan adanya pandemic Covid-19 yang melanda dunia. Namun, setelah beberapa bulan berlalu kondisi berangsur-angsur pulih dan membaik.

 

Kondisi baru ini akrab disebut dengan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Salah satu yang terdampak dari adanya masa adaptasi kebiasaan baru ini adalah dunia pendidikan. Dosen, guru, mahasiswa, dan para pelajar harus kembali mulai beradaptasi lagi dengan kondisi yang berbeda setelah melewati masa belajar dari rumah secara online. Tentu kondisi demikian menjadi tantangan tersendiri bagi para guru milenial.

 

Mengawali tahun akademik baru, Pendidikan Matematika Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengajak Sriyanta, seorang guru Matematika SMA Kolese De Britto, yang juga seorang praktisi dan pemerhati pendidikan untuk sharing tentang bagaimana seorang mahasiswa pendidikan yang juga adalah calon guru dan juga guru-guru muda milenial untuk dapat memulai kegiatan pembelajarannya di masa adaptasi kebiasaan baru ini.

 

Kegiatan talkshow ini diikuti oleh banyak mahasiswa S1 dan S2, juga beberapa guru sekolah dari berbagai daerah. Moderator dalam acara ini merupakan salah satu finalis Olimpiade Nasional yang pernah diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika UMBY dan merupakan penerima beasiswa di Univeristas Internasional Semen Indonesia, yaitu Arif Muhammad Iqbal.

 

“Diharapkan adanya  kegiatan ini dapat memberikan dukungan kepada para pelaku kegiatan pembelajar baik di sekolah maupun di universitas untuk dapat semangat dan bangkit menghadapi kondisi yang berangsur-angsur pulih,” 

 

Melani Eva Wulanningtyas  SPd MPd, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UMBY menuturkan bahwa dengan adanya kegiatan ini semoga dapat memberikan dukungan kepada para pelaku kegiatan pembelajaran. “Diharapkan adanya  kegiatan ini dapat memberikan dukungan kepada para pelaku kegiatan pembelajar baik di sekolah maupun di universitas untuk dapat semangat dan bangkit menghadapi kondisi yang berangsur-angsur pulih,” ucapnya. (*)

 

Tantangan Guru Milenial di Masa AKB  
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *