Buruh Gendong Pasar Juga Butuh Perhatian  

Sejumlah buruh gendong bersama mahasiswa UMBY peserta KKN
Sejumlah buruh gendong bersama mahasiswa UMBY peserta KKN.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Dalam era penerapan new normal, juga adaptasi kebiasaan baru, Kelompok KKN 122 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) berkesempatan mengedukasi tentang kesehatan, terutama tentang tulang kepada para buruh gendong yang berada di Pasar Beringharjo. Apalagi, aktivitas mereka banyak melibatkan kesehatan fisik, sehingga perlu dijaga dengan baik.

 

“Saat ini tercatat anggota buruh gendong yang berjumlah 315 wanita dan 25 pria. Pelaksanaan kegiatan tersebut pada hari Sabtu, 8 Agustus 2020, dengan peserta edukasi tersebut tidak semuanya diundang, mengingat masih ada batasan untuk mengumpulkan orang skala besar di dalam ruangan demi meminimalisir terjadinya penularan Covid-19,” ungkap Ketua kelompok KKN 122 UMBY Deni Dewantara.

 

Sebagaimana disampaikan Kabag Humas UMBY Widarta SE MM, Selasa, 11 Agustus 2020, dalam hal kegiatan ini juga  pihak KKN UMBY beserta anggota Buruh Gendong yang mengikuti acara edukasi tersebut wajib mengikuti  protokol kesehatan covid-19, mulai dari pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. “Kesehatan sangat diutamakan dalam berkegiatan di masa pandemi ini,” ujar Deni Dewantara.

 

Dijelaskan, jika aktivitas keseharian para buruh gendong untuk mencari kebutuhan hidup memang sangat berat, bahkan sampai tidak memikirkan efek yang sangat fatal bagi kesehatan terutama tulang. Rata-rata umur mereka juga sudah kepala 4 itu sangat rawan akan penyakit dan daya tahan tubuh semakin berkurang. Termasuk pada saat pandemi Covid-19 ini, risiko kesehatan juga tidak bisa diabaikan.

 

Pengaruh terhadap kesehatan tulang terutama yang beresiko bagi para buruh gendong, maka dari itu KKN kelompok 122 UMBY menyampaikan edukasi tentang kesehatan yang berfokus kesehatan bagian tulang serta persendian. Dengan membagikan poster guna mengedukasi tentang kesehatan tulang dan persendian serta mencontohkan tentang cara mengangkat barang dengan benar tanpa membebani salah satu tulang agar semakin mudah. (*)

 

Buruh Gendong Pasar Juga Butuh Perhatian  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *