Salah satu destinasi unggulan di Bantul.
Salah satu destinasi unggulan di Bantul.

Siarpedia.com, Bantul – Setelah lama tutup imbas pandemi Covid-19, sejumlah objek wisata di Kabupaten Bantul pun berbenah menghadapi era normal baru. Pada akhir pekan kemarin, sejumlah pantai di Bumi Projotamansari, seperti di Pantai Parangtritis juga sudah menerima kunjungan wisatawan dengan menerapkan standar operasional pelayanan (SOP) sesuai protokol kesehatan, juga dilakukan pembatasan jumlah kunjungan.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul  Kwintarto Heru Prabowo SSos menyampaikan hal itu dalam Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bantul di Ruang Mandhala Saba Madya Gedung Induk Komplek Parasamya Bantul, Selasa, 30 Juni 2020. Rapat dipimpin Bupati Bantul Suharsono tersebut juga membahas sejumlah materi berkaitan persoalan di Bantul.

 

“Kerugian tersebut sangat besar nominalnya,”

 

Dengan membawa materi berjudul ‘Kesiapan Destinasi Wisata di Bantul’, Kwintarto HP menyampaikan bahwa dengan ditutupnya destinasi wisata di Kabupaten Bantul oleh karena pandemi Covid-19  sejak bulan Maret 2020 membuat ekonomi masyarakat tidak mudah,  serta membawa kerugian tidak sedikit di sektor pariwisata Kabupaten Bantul. “Kerugian tersebut sangat besar nominalnya,” katanya.

 

Berdasarkan data Dinpar Bantul, dari Maret – April 2020 kerugian sebesar Rp 11,9 miliar terakumulasi dari beberapa pelaku pariwista, diantaranya dari  HPI mengalami kerugian sebesar Rp 567,5 M, dari PHRI rugi Rp 2,898 M, dari biro perjalanan sebesar Rp 868 juta, dari angkutan wisata Rp. 7,053 M, dari sektor desa wisata sebesar Rp 550 juta. Hal tersebut mengakibatkan pertumbuhan ekonomi DIY data BPS pada TW I mengalami minus 0,17 % .

 

Dikatakan, ditetapkan New Normal dan akan dibukanya destinasi wisata, serta agar tidak semakin mengalami kerugian dan terpuruk, pemerintah menyusun rencana pemulihan bertahap, diantaranya pembuatan SOP, sosialisai SOP dan uji SOP. Kesiapan bidang pariwisata, diantaranya penyedianan APD petugas, tempat cuci tangan dengan sabun di banyak titik, spanduk /banner protokol kesehatan dan physical distencing bagi pengunjung.  (*)

 

Terpuruk karena Covid-19, Pariwisata Bantul Siap Bangkit  
Tag pada:                

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *