Poster ajakan pencegahan stunting.
Poster ajakan pencegahan stunting.

Siarpedia.com, Bantul – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sedayu mengakui jika kasus stunting atau masalah kurang gizi di wilayahnya masih ada, sehingga pihaknya mengandeng lembaga masyarakat dan kampus dalam upaya menanggulanginya. Bukan hanya sosialisasi pentingnya gizi kepada masyarakat, namun juga dengan memberikan makanan tambahan melalui Puskesmas, serta mengedukasi masyarakat sejak memasuki usia nikah.

 

“Stunting adalah masalah kurang gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Hal ini menjadi masalah kesehatan serius di masyarakat. Upaya yang kami dilakukan adalah dengan pendampingan dan sosialisasi melalui Posyandu dan edukasi melalui kampus, seperti dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta ini,”

 

“Stunting adalah masalah kurang gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Hal ini menjadi masalah kesehatan serius di masyarakat. Upaya yang kami dilakukan adalah dengan pendampingan dan sosialisasi melalui Posyandu dan edukasi melalui kampus, seperti dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta ini,” ucap Camat Sedayu Sarjiman SIP ME, Senin, 22 Juni 2020.

 

Ia menjelaskan, seorang anak dianggap mengalami stunting jika tinggi badan mereka lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya (berdasarkan WHO-MGRS). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat jika stunting menjadi salah satu masalah serius bidang kesehatan, selain penyakit infeksi seperti deman berdarah deangau (DBD) dan penyakit degeneratif lainnya.

 

Karena menjadi masalah kompleks, Pemcam Sedayu menginstruksikan seluruh perangkat daerah termasuk desa agar menjadikan program pencegahan stunting ini sebagai bagian dari rencana kerja. “Saya meminta, kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan agar secepatnya direalisasikan sesuai dengan jadwal dan tepat sasaran. Dari mulai edukasi bagi pasangan yang mau menikah, persiapan mendapatkan momongan dengan melibatkan kampus juga,” katanya.

 

Rektor Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Dr Alimatus Sahrah MSi MM menyatakan, kondisi pandemi Covid-19 juga menambah beban tersendiri dalam penanganan kesehatan, termasuk persoalan besar tentang stunting. Asupan nutrinsi khususnya protein menjadi penting karena digunakan oleh tubuh sebagai bahan pembentukan dan pemeliharaan otot, tulang dan organ tubuh lainnya, serta untuk menjaga daya tahan tubuh. (*)

 

‘Stunting’ Masih Jadi Masalah Serius Kesehatan  
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *