Rektor UMY bersama Kabid
Rektor UMY (kiri) bersama Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Bantul saat rapat koordinasi.

Siarpedia.com, Bantul – Sektor pendidikan, utamanya lembaga pendidikan tinggi menjadi salah satu bagian yang rumit atau tidak mudah untuk ditangani. Hal ini dikarenakan penanganan masalah ini tidak hanya melibatkan pihak kampus, tetapi juga melibatkan warga sekitar kampus yang menjadi tempat tinggal para mahasiswa. Oleh karena itu, membangun kesadaran bersama menghadapi new normal ini sesuai protokol kesehatan harus digiatkan bersama pula.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul dr Sri Wahyu Joko Santosa menegaskan hal itu berkaitan dengan bakal kembalinya mahasiswa ke Yogyakarta, termasuk di wilayah Bantul, seperti di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Untuk itu, pihaknya menekankan agar kampus terus melakukan koordinasi secara berkala kepada masyarakat sekitar.

 

“Hal ini menjadi sangat sulit karena berkaitan dengan norma dan budaya dalam masyarakat sekitar. Jika hal ini berlangsung terus menerus, adanya stigma dalam masyarakat menjadi penghambat diberlakukannya kehidupan yang baru (new normal). Masyarakat takut untuk menghadapi kehidupan bersosial,”

 

“Hal ini menjadi sangat sulit karena berkaitan dengan norma dan budaya dalam masyarakat sekitar. Jika hal ini berlangsung terus menerus, adanya stigma dalam masyarakat menjadi penghambat diberlakukannya kehidupan yang baru (new normal). Masyarakat takut untuk menghadapi kehidupan bersosial,” ujar Sri Wahyu Joko Santoso, usai rapat koordinasi dengan pimpiman UMY dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Juni 2020.

 

Selain itu, ia juga meminta kepada para mahasiswa jika nantinya sudah tiba di Yogyakarta untuk mematuhi peraturan yang dibuat oleh kampus dan juga melapor kepada pihak yang berwenang serta menaati kebijakan di tempat mereka tinggal. “Para pelaku perjalanan diminta untuk melakukan protokol kesehatan yang ada dengan isolasi mandiri, serta tetap menerapkan protokol kesehatan dasar yang telah ada,” pesannya.

 

Sedangkan Camat Kasihan Slamet Santoso SIP menyatakan, perlu koordinasi yang masif dan cermat untuk mengantisipasi kepulangan mahasiswa dari daerah asalnya ke Yogyakarta, termasuk ke UMY ini. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran pandemi COVID-19. Terkait rencana pembukaan kembali perkuliahan luring (luar jaringan), perlu adanya solusi terkait tempat tinggal mahasiswa serta mobilitasnya. (*)

 

Tak Mudah, New Normal Sektor Pendidikan Tinggi  
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *