Gabah siap giling.
Gabah siap giling.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatata jika harga produsen gabah di tingkat petani di wilayah ini pada Mei 2020 rata-rata sebesar Rp. 4.906,00 atau naik 7,05 persen dibanding dengan bulan April 2020 sebesar Rp.4.583,09. Sedangkan di tingkat penggilingan naik 7,06 persen dari Rp. 4.647,79 di bulan April 2020 menjadi Rp. 4.976,00 per kg.

 

“Yakni terdiri dari Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 19 observasi (38,00 persen), Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 11 observasi (22,00 persen) dan Gabah Luar Kualitas sebanyak 20 observasi (40,00 persen),”

 

Kepala BPS DIY Dr Heru Margono MSc di Yogyakarta, kemarin, menyatakan, pada bulan Mei 2020 ini, jumlah observasi gabah yang dilakukan sebanyak 50 transaksi. “Yakni terdiri dari Gabah Kering Giling (GKG) sebanyak 19 observasi (38,00 persen), Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 11 observasi (22,00 persen) dan Gabah Luar Kualitas sebanyak 20 observasi (40,00 persen),” paparnya.

 

Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp. 5.500,00 per kg pada gabah kualitas GKG dengan varietas Ir 64, Ciherang Cimalaya dan Cisadane di Girimulyo (Kulonprogo), dan Moyudan (Sleman), serta gabah kualitas GKP dengan varietas Ciherang di Nanggulan (Kulonprogo). Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp. 4.100,00 per kg pada Gabah Luar Kualitas dengan varietas IR 64 di wilayah Sewon (Bantul).

 

Ia pun menyatakan, jika pada tanggal 16 Maret 2020, Menteri Perdagangan RI juga mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah untuk Gabah dan Beras yang mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan. Pada Mei 2020 ini juga sudah menggunakan HPP yang baru dan tidak dijumpai observasi harga gabah di bawah HPP baik di tingkat petani maupun di tingkat penggilinga (*)

 

BPS : Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani Naik  
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *