Salah satu gedung sekolah di DIY.
Salah satu suasana sekolah di DIY.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Pembelajaran bagi siswa sekolah di era new normal atau keadaan normal baru membutuhkan adaptasi tidak mudah, juga diharapkan dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka dan virtual. Peran semua pihak untuk aktif dan bertanggungjawab atas pelaksanaan pendidikan juga perlu diperhatikan, karena pendidikan tidak hanya menjadi tanggungjawab sekolah.

 

“New normal bukan berarti kembali seperti biasa. Covid-19 bisa menjadi sebagai momentum pembelajaran. Pendidikan dengan memanfaatkan teknologi,”

 

“New normal bukan berarti kembali seperti biasa. Covid-19 bisa menjadi sebagai momentum pembelajaran. Pendidikan dengan memanfaatkan teknologi,” ujar pengamat pendidikan, yang juga tercatat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Dr Istiningsih MPd di Yogyakarta, Selasa, 2 Juni 2020.

 

Ia menjelaskan kondisi pendidikan seperti konsep yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara, yakni tri pusat pendidikan. “Keluarga bertanggungjawab terhadap pembentukan sikap, sekolah bertanggungjawab terhadap ilmu yang akan dicapai siswa, masyarakat bertanggungjawab terhadap karakter siswa, serta menjadi tempat praktik kehidupan natasiswa. Ketiga ini harus bersinergi, bekerja bersama,” paparnya.

 

Menurutnya, pendidikan juga tidak harus klasikal, seragam dari kelas 1 Sekolah Dasar (SD) sampai kelas 12 atau Sekolah Menengah Atas(SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Bagi anak yang katakan usianya 10 tahun, namun bisa menyelesaikan kurikulum kelas 8 misalnya tidak masalah. Ini lebih humanis dan efisien. Nah yang perlu dipikirkan bagaimana memberdayakan keluarga dan masyarakat agar anak bangsa terdidik dengan baik,” ujarnya.

 

Sedangkan pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa new normal juga harus mampu dilakukan secara blended learning dengan memanfaatkan teknologi. Artinya KBM yang dilakukan merupakan penggabungan antara pembelajaran tatap muka dan virtual. Belajar tatap mukanya tidak harus full. Meski harus diakui jika pembelajaran di era new normal tidak semudah yang dibayangkan.  (*)

 

Pendidikan Era New Normal, Ini Kata Pengamat  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *