Poster ajakan hidup sehat.
Poster ajakan hidup lebih sehat.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Hampir dua pekan terakhir ini istilah ‘New Normal’ menjadi topik pembicaraan banyak kalangan di Indonesia. Meski kasus baru Covid-19 masih terus bermunculan, nampaknya wacana pemberlakuan ‘New Normal’ atau kehidupan normal baru terus menguat. Di sisi lain, tak sedikit pengamat mendesak kepada pemerintah pusat agar tidak tergesa-gesa untuk menerapkan skema ‘New Normal’.

 

Menurut Prof Irwan Abdullah, Guru Besar Anthropologi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Gadjah Mada (UGM), ‘New Normal’ paling tidak menyangkut dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, ‘New Normal’ sebagai pernyataan kebudayaan, artinya adanya Covid-19 ini menghadirkan sebuah pertanyaan besar tentang seberapa kuat kebudayaan Indonesia.

 

“Bagaimana nantinya di saat memasuki era ‘New Normal’, apakah kebudayaan kita cukup elastis, apakah kebudayaan kita punya resilience cukup kuat, sehingga bisa mengiringi atau mendampingi masyarakat masuk era ‘New Normal’? Kedua, ‘New Normal’ dinilai sebagai preseden kebudayaan. Melalui Covid-19 ini sesungguhnya menjadi sebuah momentum historis karena banyak pihak diajarkan pada sesuatu yang baru,”

 

“Bagaimana nantinya di saat memasuki era ‘New Normal’, apakah kebudayaan kita cukup elastis, apakah kebudayaan kita punya resilience cukup kuat, sehingga bisa mengiringi atau mendampingi masyarakat masuk era ‘New Normal’? Kedua, ‘New Normal’ dinilai sebagai preseden kebudayaan. Melalui Covid-19 ini sesungguhnya menjadi sebuah momentum historis karena banyak pihak diajarkan pada sesuatu yang baru,” ungkapnya.

 

Menurutnya, sesuatu yang baru itu, misalnya mudik tidak harus disakralkan, namun lebih pada situasional dan fungsional. Juga soal tradisi berkumpul yang sangat kuat. Sebagai peneliti kebudayaan, ia juga melihat dari segi kesehatan Covid-19 tidak bisa dilawan karena hingga saat ini vaksin belum ditemukan dan tingkat kematian jelas. Oleh karena itu, jika mau meningkatkan imunitas tubuh jalannya adalah sosial budaya.

 

Berbicara dalam UGM Talks bertema Menyiapkan Kenormalan Baru Pasca Pandemi Covid-19, Kelahiran Interaksi sosial dan Budaya Baru, belum lama ini, ia mengatakan, ada kekuatan-kekuatan di dalam masyarakat dan keluarga. “Di sinilah tantangan sosial budaya untuk mendampingi masyarakat kita untuk kuat masuk ke dalam tahap ‘New Normal,” katanya. . (*)

 

‘New Normal’, Momentum Transformasi Sosial Budaya  
Tag pada:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *