Media Pembelajaran Berbasis Video Banyak Keuntungannya  

HumanioraEDU NewsLINE
Andian Ari Anggraeni MSc
Andian Ari Anggraeni MSc.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Andian Ari Anggraeni MSc, Dosen Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dianugerahi sebagai Juara I Best Practice Inovasi Pembelajaran dalam Dies Natalis 56 UNY. Dengan karyanya yang bertajuk ‘Pengembangan Video Tutorial dan Course Flipped Classroom pada Mata Kuliah Teknologi Pengawetan Makanan’, ia mampu mengalahkan peserta lainnya.

 

Andian telah memproduksi berbagai video pembelajaran, terutama sesuai bidang keahliannya, yakni ilmu dan teknologi pangan. Beberapa video karya Andian dalam periode tahun 2016 – 2020, antara lain video tutorial pembuatan keripik pisang, video tutorial pengaruh pH terhadap zat warna,  video animasi cara menghitung informasi nilai gizi, video model pembelajaran flipped classroom, video tutorial pembuatan stik bawang dan lain-lain.

 

“Sebanyak 38 video sudah memiliki HKI, sedangkan 41 buah video akan segera diurus HKI-nya,”

 

“Sebanyak 38 video sudah memiliki HKI, sedangkan 41 buah video akan segera diurus HKI-nya,” ungkapnya Jumat, 22 Mei 2020. Ia mengaku memilih video karena video sebagai media pembelajaran menawarkan banyak keuntungan terutama dalam mendukung pembelajaan mandiri. Kombinasi audio dan visual terbukti lebih efektif dan lebih cepat dalam menyampaikan pesan kepada peserta didik.

Menurut Andian, video pembelajaran sangat cocok digunakan pada sistem pembelajaran yang bersifat produktif sehingga membantu siswa dalam memvisualisasikan materi yang telah diajarkan sehingga lebih mudah diingat dan dipahami.  “Generasi Z yang lahir tahun 1995 hingga 2010 kurang menyukai media verbal. Mereka lebih memilih media audio visual,” ungkanya beralasan.

 

Apabila harus membaca, menurutnya, mereka lebih memilih bacaan melalui HP atau laptop dan mereka membaca hanya untuk materi-materi penting saja. Oleh karena itu, video menjadi sangat cocok untuk pembelajaran anak jaman now. Andian menekankan bahwa membuat konten adalah standar tinggi bagi pengajar jaman sekarang terlebih menghadapi masa pandemi ini yang memaksa seluruh pembelajaran dilaksanakan secara daring.  (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *