Pasien Hipertensi Harus Taat Minum Obat  

Health HumanioraEDU
Alat pendeteksi tensi.
Alat pendeteksi tensi.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Wabah Covid-19 atau Coronavirus disease telah menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi masyarakat, tak terkecuali bagi masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. Salah satunya pasien hipertensi atau darah tinggi. Ketakutan pasien hipertensi terjadi saat dihadapkan dugaan obat yang dikonsumsi berlebih bisa memperparah kondisi kesehatannya, terutama terapi obat anti hipertensi untuk golongan tertentu.

 

Peneliti pada Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ika Puspita Sari Apt Msi PhD menyebutkan, ada tiga institusi luar negeri, yaitu European Society of Cardiology (ESC), American College of Cardiology (ACC) dan Canadian Cardiovascular Society (CCS) yang telah mempublikasikan panduan pengobatan terbaru untuk pasien-pasien hipertensi, terkait dengan wabah Covid-19. Hal ini penting sebagai acuan atau pedoman pengobatan terkini.

 

“Semua institusi ini menyatakan pada manusia belum ditemukan adanya kaitan antara penggunaan ACEI (kaptopril, ramipril, lisinopril, dan enalapril) dan golongan ARB  (valsartan, kandesartan, irbesartan, losartan,serta telmisartan) terhadap meningkatnya keparahan pada pasien Covid-19,”

 

Hal tersebut juga diadopsi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) yang dirilis pada 26 Maret 2020. “Semua institusi ini menyatakan pada manusia belum ditemukan adanya kaitan antara penggunaan ACEI (kaptopril, ramipril, lisinopril, dan enalapril) dan golongan ARB  (valsartan, kandesartan, irbesartan, losartan,serta telmisartan) terhadap meningkatnya keparahan pada pasien Covid-19,” paparnya di Yogyakarta, Senin, 13 April 2020.

 

Ika Puspita Sari, yang juga tercatat sebagai Ketua Program Studi Profesi Apoteker Farmasi UGM ini, menjelaskan, institusi-institusi tersebut memiliki pendapat sama, yaitu pasien Covid-19 yang sebelumnya adalah penderita hipertensi dan sudah terkontrol dengan pemberian obat ACEI atau ARB, maka konsumsi obat  tersebut tetap diteruskan sepanjang berada dalam pantauan dokter, artinya harus taat minum obat sesuai anjuran dokter.

 

Berikutnya, pasien-pasien hipertensi yang sudah terkontrol dengan terapi obat ACEI atau ARB tidak perlu merasa takut atau khawatir akan menjadi lebih rentan terinfeksi Covid-19. Sepanjang mereka tetap menerapkan pola hidup sehat, makan gizi seimbang dan olahraga, serta lebih sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta menggunakan masker saat berada di luar rumah/kerumunan orang. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *