Habiburrahman El Shirazy : Jadi Penulis Harus Istiqomah

HumanioraEDU SiapaDIA
Habiburrahman El Shirazy
Habiburrahman El Shirazy.

Siarpedia.com, Yogyakarta – Baru-baru ini, penulis kenamaan Tanah Air, Habiburrahman El Shirazy hadir dalam sebuah masjid di salah satu kampus di Yogyakarta untuk mengisi acara bedah buku karya terbarunya yang berjudul ‘Kembara Rindu’. Sebagai penulis, karya kang Abik, sapaan akrab beliau, sudah tak terhitung jumlah bukunya, serta tulisannya juga berserak terpampang di berbagai media massa pula.

 

Menurut Habiburrahman El Shirazy, pria yang biasa dipanggil Kang Abik ini saat memberikan kata pengantar, bedah buku ini merupakan kali pertama dibedah, sejak September lalu diterbitkan. Bersama sang moderator acara, Kang Abik yang merupakan penulis novel ‘Di Bawah Kubah Masjid’ sangat antusias berbagi cerita, serta tips menulis dengan baik. Acara bedah bukunya pun berlangsung menarik dan penuh dengan dialog.

 

“Mau dan berani kembali ke kampung halaman dengan spirit pembangunan. Siapa yang membangun kampung halaman, kalau bukan kita yang sebagai putra kampung itu”

 

Dalam paparannya, Kang Abik menyampaiakan, bahwa salah satu misi ditulisnya karya ini bertujuan untuk membangkitkan ghirah para perantau yang mengembara meninggalakan kampung halamannya. “Mau dan berani kembali ke kampung halaman dengan spirit pembangunan. Siapa yang membangun kampung halaman, kalau bukan kita yang sebagai putra kampung itu” ungkapnya.

 

Novel ini hadir dengan kisah khas penuh cinta dan motivasi pembangkit jiwa. Hampir seribu orang dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, pelajar maupun umum hadir dan mengikuti acara ini dengan sangat antusias, bahkan ada yang dari luar kota. Bedah buku ini merupakan salah satu rangkaian acara dalam rangka menyambut Ramadan tahun 2020. Sekaligus merupakan apresiasi minat para jamaah yang tinggi terhadap karya sastra religi.

 

Sesi dialog juga membahas karya-karya Kang Abik yang lain dan perjalanannya sebagai penulis selama ini. Kang Abik menyampaikan bahwa untuk memulai dan menjadi seorang penulis, haruslah tahan banting dan selalu istiqomah. “Semangat memberikan kemanfatan melalui tulisan yang menjadi spirit beliau disetiap tulisannya,” begitulah pesan yang disampaikan Kang Abik kepada hadiri yang hadir di bedah bukunya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *