Dosen BK UMBY Kenalkan ‘Simposidu’ Online

HumanioraEDU NewsLINE
Dosen BK UMBY saat menjadi pembicara dalam pertemuan MGBK Se Rembang.
Dosen BK UMBY saat menjadi pembicara dalam pertemuan MGBK se Rembang.

Siarpedia.com, Bantul – Generasi milineal sangat erat dengan yang berbau serba online. Menyikapi perkembangan zaman yang serba teknologi semestinya guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK) harus mampu membuat inovasi dalam pelayanan BK dengan baik, utamanya jika berkaitan dengan siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu inovasi pelayanan dari guru BK bisa dengan alat pengumpul data siswa berbasis online.

 

“Siswa SMK saat ini yang tergolong generasi milenal tak luput dari penggunaan teknologi serba online, tentu membutuhkan pelayanan BK yang berbeda dengan era dahulu,” ucap Dosen Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Abdul Hadi MPd dalam pertemuan Musyawarah Guru BK SMK se Kabupaten Rembang di Aula SMK Negeri 1 Rembang, sebagaimana disampaikan Kepala Humas UMBY Widarto MM, Rabu, 4 Maret 2020.

 

Pada pertemuan yang dihadiri 70-an guru BK se Rembang tersebut, Abdul Hadi  mengenalkan sistem informasi pengumpul data berbasis online guna pelayanan BK. Sistem informasi ini ke depannya berbentuk aplikasi yang dapat di isi oleh siswa setiap saat. Siswa dapat mengisi data pribadi, lingkungan sosial, pandangan karir, sampai catatan prestasi. Nama aplikasi tersebut SIMPOSIDU (sistem potensi individu).

 

Dijelaskan, jika saat ini sistem tersebut masih dalam tahapan pengembangan dan rencana di publis pada bulan Juni 2020, bersamaan tahun ajaran baru siswa SMK. Menurutnya, dalam perjalanannya sistem pengumpul data online tersebut merupakan pengembangan dari buku catatan pribadi (CR) yang telah dikembangkan sejak tahun 2016 dan di gunakan sebagian besar siswa SMK di provinsi Jawa Tengah.

 

Sedangkan Ketua MGBK SMK Kab Rembang Sukirin mengapresiasi positif mengenai sistem pengumpulan data siswa berbasis online yang diinisiasi oleh Dosen UMBY tersebut. Menurutnya pengumpulan data berbasis online akan menjadi instrumen pengumpulan data yang praktis dan efeknya positif menyuluruh. Diharapkan, ke depan di ruangan BK tidak penuh sesak dengan almari buku pribadi siswa.   (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *