Waspadai Penyakit Leptospirosis Akibat Tikus  

Health NewsLINE
Peserta KKN UMBY berfoto usai penyuluhan.
Peserta KKN UMBY berfoto usai penyuluhan.

Siarpedia.com, Sleman – Leptospirosis termasuk salah satu penyakit yang disebabkan karena bakteri leptospira dan ditularkan dari hewan kepada manusia. Semua hewan dapat terjangkiti, namun paling banyak adalah tikus dan hewan pengerat lainnya. Untuk mencegah dan meminimalisir penyakit menular berbasiskan lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) mengadakan penyuluhan kesehatan.

 

Salah satu tim Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas Depok II Sleman Purwan Lestari AMKL, mengatakan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diharapkan dapat untuk mencegah penyakit menular berbasis lingkungan di mushola Pasar Condongcatur Sleman, Adapun pemrakarsa penyuluhan kesehatan tentang PHBS dan leptospira, yakni mahasiswa KKN kelompok 36 UMBY.

 

Lebih lanjut Tari panggilan akrab Purwan Lestari ini menjelaskan, tanda dan gejala seseorang terkena leptospirosis, antara lain demam yang timbul tiba-tiba sampai 40˚C, menggigil, nyeri kepala dan nyeri otot (pegal linu). Selain itu, mata kuning, ruam kulit, mual muntah dan kuning di badan. Jika menemukan tanda gejala seperti ini, segera dibawa ke Puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya terdekat.

 

Cara pencegahannya, ada beberapa hal penting bisa dilakukan. Antara lain dengan mencuci tangan menggunakan sabun setelah bekerja seperti di kebun, sawah, selokan dan tempat-tempat lain yang tercemar.Selain itu,  membuang sampah pada tempatnya, menggunakan alat pelindung diri saat bekerja atau melakukan aktivitas bersih-bersih misalnya wujud masker, sarung tangan dan sepatu bot. Tak kalah penting, berusaha pengontrolan binatang pengerat seperti tikus.

 

Ketua KKN kelompok 36 UMBY, Zunan Arif R, Kamis, 13 Februari 2020,  menambahkan, beberapa program yang sudah direncanakan kelompoknya maupun kelompok 37, selain penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan gratis, ada juga pemasangan speaker, penyuluhan tanggap bencana, pemasangan plang bertuliskan jalur evakuasi serta titik kumpul. Guna melaksanakan kegiatan pihaknya juga menggandeng Puskesmas Depok II.    (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *