Abdul Hadi SPd MPd
Dosen BK UMBY Abdul Hadi SPd MPd saat menjadi narasumber acara.

Siarpedia.com, Sleman –  Pengembangan model pembelajaran harus berbasis multiple intelligence yang difokuskan untuk perencanaan arah karir siswa SMA/SMK. Juga mengenai kecerdasan majemuk, yang meliputi kecerdasan matematika logika, bahasa, musikal, visual spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal dan kecerdasan naturalis tidak bisa diabaikan lagi guna menunjang kesuksesan peserta didik di masa depan.

 

“Semua kecerdasan tersebut yang akan membantu para guru Bimbingan Konseling atau BK di sekolah dalam menganalisis dan perencanaan studi lanjut peserta didik dengan mempertimbangkan potensi diri yang dimiliki siswa,” ungkap Dosen BK Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Abdul Hadi SPd MPd, sebagaimana disampaikan Kepala Humas UMBY Widarta MM, Senin, 10 Februari 2020.

 

Abdul Hadi menyampaikan hal tersebut saat  menjadi narasumber dalam Counseling Camp di Hotel Galuh Prambanan Klaten. Sebanyak 200 guru BK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling SMA/SMK Provinsi Jawa Tengah dan DIY mengikuti acara tersebut. Tema Counseling Camp kali ini adalah ‘Ketrampilan Konseling dalam Menghadapi Generasi 4.0’.

 

Dijelaskan, dengan pengembangan model pembelajaran berbasiskan multiple intelligence, peserta didik diharapkan dapat menentukkan perencanaan karier secara tepat sesuai tipe kecerdasan yang dimiliki. Hal tersebut dapat diaplikasikan jika komponen kecerdasan majemuk terintegrasi dalam kurikulum dan program BK karier di sekolah. Alumni SMA dan SMK pun dapat diterima oleh pengguna lulusan sebagai indikator dalam OBE (outcome base education).

 

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Dr Wardani Sugiyanto MPd, yang menegaskan arah sistem pendidikan di Indonesia semakin berkembang dan berbeda dengan model sistem pendidikan jaman dulu. Menrutnya, sekarang ini arahnya ke digitalisasi. Sedangkan Danang MPd, Ketua Panitia mengungkapkan, kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk memfasilitasi guru BK, sehingga mampu meningkatkan kompetensi layanan BK.     (*)

 

Model Pembelajaran BK Terus Berkembang
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *