siswa
Para siswa mengikuti upacara dengan berbusana adat Jawa.

Siarpedia.com, Bantul – Sebagai sekolah berbasiskan nilai-nilai kebudayaan, utamanya budaya Jawa, SMA Negeri 1 Kasihan mengadakan upacara bendera dengan berbusana tradisional di halaman sekolah setempat, Kamis, 6 Februari 2020. Hal itu juga bertepatan dengan Kamis Pahing, yang menjadi kebiasaan sekolah di DIY untuk  berbusana tradisional, utamanya busana Jawa, seiring amanah dengan Keistimewaan DIY.

 

Kepala SMA N 1 Kasihan Sarwono MPd mengatakan, sekolah yang dipimpinya terus mengembangkan pendidikan karakter berbasiskan budaya sesuai dengan visi dan misi sekolah. Apalagi, sekolah yang bertagline berkarakter, berprestasi dan berbasis budaya Jawa ini sudah meneguhkan diri dan konsen terhadap hal tersebut. Pendidikan karakter adalah kebutuhan, sehingga penanaman nilai-nilai ini di sekolah sangatlah penting.

 

“Upacara ini juga bukan sekadar seremoni, namun dimaknai sebagai upaya sekolah untuk menanamkan nilai budaya, utamanya budaya Jawa, melalui busana dan pakaian tradisional yang dimiliki bangsa ini. Guru dan karyawan berbusana tradisional, termasuk para siswa juga berbusana Jawa,” ungkap Sarwono, seperti disampaikan Waka Humas SMA N 1 Kasihan Agung Istianto MPd didampingi Waka Kesiswaan SMA N 1 Kasihan Tavip Wahyudi MPd.

 

Para guru dan karyawan juga berbusana tradisional.
Para guru dan karyawan juga berbusana tradisional.

Menurutnya, pendidikan karakter sangatlah penting. Budaya menjadi salah satu nilai bisa menjadi sarana pendidikan karakter terhadap peserta didik. Apalagi, gempuran informasi dan globalisasi telah masuk semua lini kehidupan, termasuk lingkungan sekolah. Hal ini menjadi tantangan bagi sivitas sekolah bagaimana membekali dan membentengi diri peserta didik dengan nilai-nilai budaya bangsa yang adilihung, termasuk yang ada dalam busana.

 

Bahkan, DIY sebagai salah satu provinsi di Indonesia mendapatkan predikat kota budaya, serta memiliki identitas sebagai daerah istimewa, dengan diperkuat Undang-Undang Keistimewaan DIY. Salah satu poin penting dalam upaya nguri-uri budaya sesuai UUK DIY adalah dengan melestarikan pakaian tradisional, sehingga berbusana tradisional dan upacara setiap Kamis Pahing menjadi agenda rutin SMA N 1 Kasihan sebagai sekolah berbasis budaya.   (*)

 

Story ini dipersembahkan oleh SMA Negeri 1 Kasihan.

 

sma n 1 kasihan tampak depan
SMA N 1 Kasihan tampak depan.

 

 

Lestarikan Tradisi Baju Adat Kamis Pahing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *