Kentingan menandai pembukaan Rakernas MDMC di UMY.
Pemukulan kentongan menandai pembukaan Rakernas MDMC di UMY.

Siarpedia.com, Bantul – Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng tektonik Indo-Australia, Eurasia dan Pasifik. Kondisi demikian menjadi daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Selain itu, negara ini juga merupakan kawasan maritim, juga berada di zona gunung api atau ring of fire . Karenanya, pendidikan tentang mitigasi bencana sejak dini menjadi hal penting dan tidak bisa diabaikan.

 

“Tata ruang berbasis mitigasi bencana harus dilakukan, serta menjaga kualitas lingkungan,” pesan Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan ST MSi dalam Pertemuan Ilmiah Muhammadiyah (PIM) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kamis, 30 Januari 2020.

 

Ia menyebutkan jika vegetasi atau kumpulan tanaman yang ada di pesisir pantai misalnya mampu menguragi tinggi gelombang tsunami. Maka, peran dari berbagai lapisan masyarakat sangat diperlukan guna mengantisipasi bencana gelombang tinggi. “Kita harus mengubah budaya kita, karena negara kita kawasan maritim dan kepulauan. Salah satu yang kita lakukan adalah bagaimana kita harus melakukan upaya-upaya vegetasi,” ujarnya

 

Ia juga menyampaikan jika daerah di selatan Pulau Jawa rawan bencana tsunami, namun memiliki kawasan tanaman pesisir pantai minim. BNPB bersama dengan berbagai pihak, salah satunya MDMC berencana untuk menanam tumbuhan guna meminimalisir bencana gelombang tinggi. “Manusia memiliki kontribusi dalam kerusakan wilayah dan penjajah wadah-wadah air. Saat ini fenomena ekonomi melawan ekologi sedang terjadi di tengah masyarakat,” ucapnya.

 

“Kita perlu mencari solusi atas masalah ini. Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut butuh makan dan mengatasi permasalahan ekonomi yang ada di sana. Tetapi apakah harus menghancurkan ekosistem yang ada? Maka dari itu kita harus mencarikan solusi yang tepat. Kepada Muhammadiyah dan MDMC agar pertemuan ilmiah ini dapat menemukan akar permasalahan dan solusi atas berbagai bencana yang ada di Indoneisa,” harapnya.  (*)

Penting, Pendidikan Mitigasi Bencana Sejak Dini
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *