Gerbang menuju kampung Ketandan
Gerbang menuju kampung Ketandan di Malioboro.

IMLEK di DIY sebagai perayaan tidak bisa dipisahkan dari event Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (BPTY) yang rutin diselenggarakan di Kampung Ketandan. Menilik literatur asal-usul, imlek berasal dari Tiongkok dalam bahasa China disebut Chung Ciea berarti Hari Raya Musim Semi. Hari Raya ini jatuh pada akhir Januari dan bila di negeri Tiongkok, Korea dan Jepang ditandai dengan berakhirnya musim dingin.

 

Dulunya Tiongkok dikenal sebagai negara agraris. Setelah musim dingin berlalu, masyarakat mulai bercocok tanam dan panen. Tibanya masa panen bersamaan waktunya musim semi, dan cuaca cerah. Lalu musim panen ini dirayakan oleh masyarakat. Kegembiraan itu tergambar jelas dari sikap masyarakat yang saling mengucapkan Gong Xi Fa Cai kepada keluarga, kerabat, teman dan handai taulan. Gong Xi Fa Cai artinya ucapan selamat dan semoga banyak rezeki.

 

Saat imlek, warga etnis Tionghoa mempunyai tradisi menarik. Satu diantaranya adalah membersihkan rumah sebelum hari H.  Apa sih maknanya? Tradisi ini merupakan lambang keyakinan jika rumah akan bersih dari keburukan dan siap menerima keberuntungan di tahun yang baru. Selain dibersihkan, rumah juga dicat ulang, serta ditempeli kertas bertuliskan kalimat atau kata-kata baik. Dekorasi biasanya dominan menggunakan warna merah.

 

Bukan hanya rumah, kelentheng juga dibersihkan. Juga ada tradisi membeli pakaian dan sepatu baru, serta menggunting rambut. Pakaian baru biasanya berwarna merah atau warna terang lainnya yang sarat dengan optimisme. Juga ada tradisi mengurangi hutang. Maknanya, warga Tionghoa tidak ingin banyak terbebani hutang pada tahun selanjutnya. Ada pula membagi-bagikan Angpao yang dipercaya berkaitan dengan transfer energi dan kesejahteraan.

 

Panitia PBTY pun mendesain rangkaian acara, termasuk pertunjukkan Liong/Naga dan Barongsai. Seperti dilansir harianjogja, Ketua I Jogja Chinees Arts and Culture (JCACC) Jimmy Sutanto menyebutkan, perayaan imlek dihelat seperti tahun sebelumnya, yakni Minggu-Sabtu, 2 sampai 8 Februari 2020. Mengingat PBTY biasanya dipadati pengunjung, lebih baik memastikan segala sesuatunya lancar. Siapkan kamera. Jangan lupa pula mencicipi aneka jajanannya. (*)

Kampung Ketandan Bersolek Sambut Imlek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *